Dari Mobile Legends hingga Modifikasi Motor, SMK YP 17 Pare Jadi Panggung Kreativitas Pelajar

KEDIRI – Kompetisi gim, adu kreativitas modifikasi motor, hingga parade kostum buatan sendiri bakal mewarnai rangkaian kegiatan tengah semester dan dies natalis SMK YP 17 Pare, Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan mereka di luar pelajaran kelas.
Rangkaian kegiatan dimulai Selasa (13/10/2026), dengan sejumlah perlombaan yang melibatkan siswa internal maupun pelajar dari sekolah lain.
Salah satu kompetisi yang menarik perhatian adalah Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Panitia mencatat sebanyak 24 tim dari jenjang SMP dan MTs telah mendaftar untuk mengikuti perlombaan tersebut.
Kepala SMK YP 17 Pare, Luluk Nadhzifah, mengatakan kegiatan tengah semester tidak hanya dimaksudkan sebagai hiburan setelah siswa menjalani pembelajaran selama beberapa bulan.
Sekolah juga ingin memberi kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan bakat dan keterampilan.
“Ini adalah momen anak-anak menunjukkan bakat dan kemampuannya, bakat kreativitasnya. Jadi, ikuti dengan sepenuh kreasi mereka,” ujar Luluk.
Selain kompetisi MLBB, hari pertama kegiatan diisi pertandingan futsal ant jurusan, lomba kompetensi siswa sesuai jurusan, serta lomba fotografi yang melibatkan siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Keseruan berlanjut pada Rabu (14/10/2026) melalui Jitu Oto Kontes, kompetisi modifikasi sepeda motor khusus pelajar SMA, SMK, dan sederajat.
Menurut Luluk, jumlah pendaftar kontes tersebut telah mencapai 102 peserta. Karena keterbatasan tempat, panitia membatasi jumlah peserta sekitar 100 orang.
Tak berhenti pada kompetisi, sekolah juga menyiapkan kegiatan yang menuntut kreativitas setiap kelas. Pada Jumat (16/10/2026), siswa akan mengikuti jalan santai kreasi dengan mengenakan kostum hasil rancangan sendiri.
Setiap kelas mendapat tema berbeda dan tidak diperbolehkan menyewa kostum. Dengan begitu, siswa didorong untuk menuangkan ide sekaligus bekerja sama menyiapkan penampilan kelompoknya.
“Anak-anak itu membuat sendiri kostumnya. Kita tidak membolehkan mereka menyewa, supaya kreativitasnya keluar,” kata Luluk.
Rangkaian kegiatan akan mencapai puncaknya pada Sabtu (17/10/2026), bertepatan dengan peringatan dies natalis sekolah. Acara tersebut dijadwalkan dimeriahkan penampilan penyanyi Ajeng Febriya.
Luluk menegaskan, kemampuan siswa tidak hanya diukur melalui prestasi akademik. Bakat di bidang olahraga, seni, otomotif, dan keterampilan digital juga perlu mendapat ruang untuk berkembang.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, SMK YP 17 Pare berharap siswa memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi diri, melatih kepercayaan diri, dan belajar berkompetisi secara positif.






