Sego Bebek “Mbah Benu” Bumbu Hitam, Kuliner Baru di Pare Kediri yang Bikin Ketagihan

KEDIRI – Kabupaten Kediri kembali memiliki pilihan kuliner baru bagi pecinta olahan bebek. Warung Sego Bebek Mbah Benu Spesial Bumbu Hitam menghadirkan cita rasa khas yang berbeda dari menu bebek pada umumnya.
Warung yang berlokasi di Jalan WR Supratman No. 3, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini menawarkan bebek goreng dengan racikan bumbu hitam khas yang menjadi andalan sekaligus pembeda dari kuliner serupa di daerah tersebut.
Penanggung jawab warung, Ibrha Nichola (22), mengatakan usaha kuliner ini sebenarnya sudah berdiri sejak 20 Desember 2022. Namun, untuk lokasi yang berada di samping kantor pos Pare baru mulai beroperasi pada 11 November 2025.
“Awalnya buka Desember 2022, tapi untuk yang di lokasi samping kantor pos ini mulai buka pada 11 November 2025,” ujar Ibrha.
Menu yang paling banyak diminati pelanggan adalah bebek ukuran besar yang dijual dengan harga Rp 15.000 per potong tanpa nasi. Selain itu, tersedia juga bebek ukuran sedang dengan harga mulai Rp 11.000.
Menurut Ibrha, racikan bumbu hitam menjadi ciri khas utama yang membuat menu bebek di warung tersebut memiliki rasa yang lebih gurih dan meresap hingga ke dalam daging.
“Ciri khasnya memang di bumbu hitamnya. Itu yang membuat rasanya berbeda,” kata dia.
Selain menu bebek, warung tersebut juga menyediakan berbagai pilihan lauk lainnya seperti ayam, tahu, tempe, kepala, hingga jeroan. Seluruh menu dijual dengan kisaran harga antara Rp 11.000 hingga Rp 19.000 tanpa nasi.
Dari sisi penjualan, Ibrha menyebutkan pada hari biasa di luar bulan Ramadhan, warungnya dapat menjual sekitar 150 porsi per hari. Sementara selama Ramadhan, penjualan sedikit menurun menjadi sekitar 120 hingga 125 porsi per hari.
“Kalau hari biasa bisa sampai sekitar 150 porsi. Saat Ramadhan sekitar 120 sampai 125 porsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, menu yang paling banyak dicari pelanggan tetap bebek ukuran besar, baik pada hari biasa maupun selama bulan Ramadhan.
Keramaian pelanggan biasanya mulai terlihat pada malam hari, terutama setelah salat Isya.
Salah satu pelanggan, Tri Surya Dewi (39), mengaku rela datang dari Kabupaten Jombang untuk menikmati menu bebek di warung tersebut.
“Saya dari Jombang, datang ke sini karena masakannya enak sekali. Yang paling saya suka sambalnya, pakai sambal bawang dan rasanya mantap,” kata Tri.
Ia mengatakan sudah tiga kali berkunjung ke warung tersebut setelah pertama kali mengetahui dari rekomendasi temannya.
“Awalnya dikasih tahu teman, lalu saya coba datang. Sekarang sudah tiga kali ke sini,” ujarnya.
Menurut Tri, tekstur daging bebek di warung tersebut terasa empuk dengan bumbu yang meresap sehingga rasanya sesuai dengan harga yang ditawarkan.
“Bebeknya enak, teksturnya empuk dan bumbunya meresap. Menurut saya rasanya sudah sesuai dengan harganya,” katanya.
Meski begitu, ia berharap porsi sambal bisa ditambah karena rasanya yang sangat cocok dengan menu bebek yang disajikan.
“Kalau menurut saya sih porsinya sudah cukup, tapi sambalnya agak kurang karena memang enak sekali,” terangnya.






